KOMUNITAS PUNK

A. LATAR BELAKANG

 

Pada masa kini dengan adanya globalisasi, banyak sekali kebudayaan yang masuk ke Indonesia, sehingga tidak dipungkiri lagi muncul banyak sekali kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut muncul dikarenakan adanya persamaan tujuan atau senasib dari masing-masing individu maka muncullah kelompok-kelompok sosial di dalam masyarakat. Kelompok-kelompok sosial yang dibentuk oleh kelompok anak muda yang pada mulanya hanya dari beberapa orang saja kemudian mulai berkembang menjadi suatu komunitas karena mereka merasa mempunyai satu tujuan dan ideologi yang sama.

Salah satu yang saya bahas disini adalah komunitas “Punk” , yang terlitas dalam benak kita bagaimana anak punk tersebut dengan dandanannya yang “liar” potongan rambut mereka yang berdiri keatas layaknya orang indian dan di cat berwarna dihiasi dengan tatto di tubuhnya serta aksesoris berupa rantai-rantai gelang dan kalung berbentuk duri menunjukkan bahwa mereka adalah sosok yang bebas . Komunitas mereka biasanya sering terlihat di beberapa titik keramaian pusat kota dan memiliki ciri khas gaya sendiri. “Punk” hanya aliran tetapi jiwa dan kepribadian pengikutnya, akan kembali lagi ke masing-masing individu. Motto dari anak-anak “Punk” itu tersebut, Equality (persamaan hak) itulah yang membuat banyak remaja tertarik bergabung didalamnya. “Punk”  sendiri lahir karena adanya persamaan terhadap jenis aliran musik “Punk” dan adanya gejalaperasaan yang tidak puas dalam diri masing-masing sehingga mereka mengubah gaya hidup mereka dengan gaya hidup “Punk” . “Punk” yang berkembang di Indonesia lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan. Dengan gaya hidup yang anarkis yang membuat mereka merasa mendapat kebebasan. Namun kenyataannya gaya hidup “Punk” ternyata membuat masyarakat resah dan sebagian lagi menganggap dari gaya hidup mereka yang mengarah ke barat-baratan. Sebenarnya, “Punk” juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan ”kita dapat melakukan sendiri”.

B. MASALAH

 

Pada awalnya mereka merupakan kelompok yang terlahir karena budaya. Komunnitas punk adalah mereka kaum pekerja yang terdeskriminasi oleh keadaan sosial dan pihak pemerintahan yang dinilai tidak berpihak sama sekali terhadap kaum kecil. Namum perlahan mereka kemudian menuangkan kekecewaannya terhadap keadaan sosial, khususnya permasalahan ekonomi pada bentuk yang lebih luas.

 

C. LANDASAN TEORI

 

Kemerosotan nilai moral sering dianggap sebagai penyebab awal mula terbentuknya gaya hidup baru ini. Punk ada akibat kekerasan zaman ketidakberpihakkan keadaan terhadap mereka yang mereasa rakyat kecil tak henti-hentinya didengungkan sebagai penyebab kehadiran punk di muka bumi ini. Stacey Thompson, ilmuwan dan penulis buku tentang punk mengatakan bahwa anggota komunitas punk dipengaruhi oleh empat unsur utama adalah musik, gaya berbusana , tempat berkumpul atau istilah kerennya tongkrongan, dan pemikiran atau cara pandang terhadap berbagai permasalahan hidup. Gaya punk yang pada awalnya dianggap urakan pada akhirnya justru terkenal di kalangan masyarakat luas. Terutama gaya berpakaian, potongan rambut dan pola tingkah laku yang terkesan ekstrem. Mereka dengan sangat berani mencukur habis rambut dan hanya menyisakan pada bagian tengahnya. Bagian tengah rambutnya juga dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai sirip ikan. Belum lagi tambahan warna mencolok yang semakin menambah kesan ekstrem pada kepala mereka. Gaya rambut seperti itu dikenal dengan nama mohawk. Selain mohawk  mereka juga memperkenalkan gaya potongan rambut ala feathercut. Pakaian kegemaran mereka adalah jaket kulit, celana berbahan denim yang ketat, baju yang lusuh justru semakin “canggih” ditambah dengan sepatu model boots, aksesoris rantai dan spike yang jelas aksesoris tersebut tidak kalah ekstrem dengan model rambut mereka.

 

D. PEMBAHASAN

 

Punk merupakan subkultur (sub-budaya) yang pertama kali lahir di London, Inggris.Secara sosiologis, subkultur adalah sekelompok orang yang memiliki perilaku dan kepercayaan yang berbeda dengan kebudayaan induk mereka. Subkultur dapat terjadi karena perbedaan usia anggotanya, ras, etnisitas, kelas sosial, dan/atau gender, dan dapat pula terjadi karena perbedaan aesthetik, religi, politik, dan seksual, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Dalam ”Philosophy of Punk”, Craig O’Hara (1999) menyebutkan tiga pengertian Punk. Punk sebagai trend remaja dalam fashion dan musik.Punk sebagai pemula yang punya keberanian memberontak, memperjuangkan kebebasan dan melakukan perubahan. Punk sebagai bentuk perlawanan yang “hebat”, karena menciptakan musik, gaya hidup, komunitas dan kebudayaan sendiri.

 

 

Anggota dari suatu subkultur biasanya menunjukan keanggotaan mereka dengan gaya hidup atau simbol-simbol tertentu (pakaian, musik dan perilaku anggota sub kebudayaan).  Jika suatu subkultur memiliki sifat yang bertentangan dengan kebudayaan induk, maka subkultur tersebut dapat dikelompokan sebagai kebudayaan tandingan (counter culture). Dalam melihat komunitas punk terdapat 3 komponen yang saling terkait dan merupakan satu kesatuan, yaitu sebagai ideologi, gaya hidup dan genre/jenis musik.

Ideologi politik punk yang kuat mendasari adalah anarkisme.Secara etimologi, anarkisme merupakan kata dasar anarki yang diakhiri dengan isme.Kata anarki adalah tiruan kata asing seperti anarchy (Inggris) dan anarchie (Belanda/Jerman/Prancis), yang juga berasal dari kata Yunani anarchos/anarchia.Ini merupakan kata bentukan a (tidak/tanpa/nihil) yang disisipi n dengan archos/archia (pemerintah/kekuasaan). Anarchos/ anarchia = tanpa pemerintahan. Sedangkan Anarkis berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki.Sedangkan isme sendiri berarti faham / ajaran / ideologi. Secara keseluruhan anarkisme, yaitu suatu faham yang memper-cayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaan-nya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/ dihancurkan. Komunitas punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata.Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Etika semacam ini yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

Punk lebih terkenal dari hal fesyen yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku Indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, body piercing, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh. Penampilan semacam itu yang sangat menonjol dalam komunitas ini dan menjadi ciri khas anak punk.Busana yang tidak lazim ini pula yang menimbulkan stigma negatif masyarakat terhadap anak punk. Padahal apa yang dikenakan anak punk bukanlah tanpa makna. Kaum punk memang berpenampilan ”amburadul” bahkan lebih mirip gelandangan, karena bagi mereka ini merupakan cara untuk menunjuk-kan solidaritas terhadap kaum yang masih tertindas di atas bumi ini. Semua yg mereka kenakan adalah simbol keberpihakan mereka pada kaum yang tertindas.Rambut mereka yang bergaya mowhawk adalah cermin dari keberpihakan mereka terhadap suku mowhawk asli Indian yang dibantai orang kulit putih di Amerika. Spike kulit yang mereka kenakan di tangan adalah simbol pengikat tangan terpidana pada kursi listrik yang digunakan untuk mengeksekusi para aktivis yang diculik para diktator di negara-negara barat pada masa itu. Sepatu boot militer yang mereka pakai adalah simbol dari arogansi militer yang harus dilawan dangann kekuatan yang sama.

Celana jeans ketat adalah simbol dari nasib kaum minoritas yang selalu terjepit.Rantai dan gembok adalah simbol kekuatan persatuan kaum punk, dan masih banyak lagi. Komunitas punk akan berhenti mengenakan penampilan dan gaya hidup menggelandang ini setelah tidak ada lagi penindasan di atas bumi ini. Jadi, “Dont judge a book by its cover”, apa yang dikenakan anak punk merupakan simbolisasi kesadaran dan perlawanan. Semua berawal saat sekelompok orang prihatin terhadap nasib sesamanya dan menjadi marah serta berontak karena jiwa muda mereka. Pada sisi lain, dengan berazas etika DIY (do it yourself), beberapa komunitas punk merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri (indie label) untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.Barang dagangannya tidak hanya CD dan kaset, mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo.Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang terjangkau.Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap kapitalisme dan perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Genre atau jenis musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik. Punk merupakan salah satu dari genre musik rock, yaitu salah satu aliran musik yang berirama keras. Secara keseluruhan aliran-aliran dalam rock ini, meliputi Classics Rock, Progressive Rock, Alternative Rock, Hard Rock, Punk Rock, Heavy Metal, Speed Metal, Thrash Metal, Grindcore, Death Metal, Black Metal, Gothic, dan Doom.Istilah punk muncul pada 1971. Lester Bangs, wartawan majalah semi-underground Amerika, “Creem”, menggunakan istilah punk untuk mendeskripsikan sebuah aliran musik rock yang semrawut, asal bunyi, namun bersemangat tinggi. Musik ini berkembang pada akhir 1970-an yang dipelopori oleh band-band seperti Sex Pistols, The Clash, dan The Ramones. Punk berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati.Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia.Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat. Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka. Tak ada yang tahu pasti kapan dan di mana munculnya budaya punk pertama kali. Tapi ada sebuah catatan penting ketika sebuah grup band dari Inggris yang dalam tiap pertunjukannya selalu dihadiri anak-anak muda dengan dandanan berbeda dari yang lain. Nama band itu adalah Sex Pistols dan hit mereka yang terkenal adalah “Anarchy in U.K.” Wabah ini secara cepat menyebar ke Eropa.Band ini menjadi begitu kontroversi sekali di Inggris pada disebabkan karena keberanian mereka bersuara dan menentang kerajaan.Ini karena lagu² yang mereka bawakan mengarah pada keganasan yaitu Facist, Riot, Chaos, Anarchy dan anti-kerajaan. Pada tahun 1977 , mereka merilis single “God save the Queen”, yang isinya menggegerkan kerajaan dan mayoritas masyarakat masa itu . Simak saja lirik dari single tersebut yang awalnya berjudul “No Future” ini . God save the queen // She ain’t no human being // And there’s no future // In England’s dreaming //. Punk muncul sebagai bentuk reaksi masyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggiran kota-kota Inggris, terutama kelompok anak muda, terhadap kondisi keterpurukan ekonomi sekitar tahun 1976-1977.Kelompok remaja dan kaum muda ini merasa bahwa sistem monarkilah yang menindas mereka.Dari sini muncul sikap resistensi terhadap sistem monarki. Kemarahan-kemarahan ini diwujudkan dalam bentuk musik yang berisi lirik-lirik perlawanan dan protes sosial politik serta cara berpakaian yang tidak lazim. Konser-konser musik digelar sebagai media untuk mengampanyekan ide-ide mereka.

 

E. KESIMPULAN & SARAN

 Kesimpulan : Komunitas punk adalah salah satu yang secara baik teraplikasikan dalam budaya yang mereka jalankan setiap harinya. Gaya yang acak-acakan menunjukkan bahwa mereka memiliki ideologi sosialis yang bersifat bebas. Pakaian yang lusuh, potongan rambut mohawk, jaket penuh dengan spike dan emblem, sepatu boots, jeans ketat dihiasi badan bertato hidup dijalanan. Semua kekecewaan yang mereka terima akan mereka tumpahkan ke dalam musik dan pakaian sehingga terbentuklah sebuah komunitas.

 

Saran : Pemerintah seharusnya lebih menonjolkan budaya indonesia kepada masyarakat luas khusunya kepada kalangan pelajar agar mereka bisa memahami dan mencintai budaya indonesia sendiri dan melestarikan budaya peninggalan nenek moyang mereka sendiri. Agar tidak terpengaruh oleh arus globalisasi yang sedang marak terjadi. Pemerintah juga seharusnya memfasilitasi mereka untuk dapat menyalurkan aspirasi dan ide yang mereka punya agar masyarakat merasa dihargai dan dianggap bahwa mereka itu ada.

 

Daftar pustaka

–          http://www.anneahira.com/komunitas-punk-indonesia.htm

–          http://id.wikipedia.org/wiki/Punk

–          Google.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s