Garuda di Dadaku

Garuda di Dadaku

Produksi   : Sbo Films Dam Mizan Productions

Sutradara : Ifa Isfansyah

Pemain      : Emir Mahira (Bayu) , Aldo Tansani (Heri) , Marsha Aruan (zahra), Ikranagara (kakek bayu) , Maudy Koesnaedi (ibunda bayu) , Ary Sihasale , Ramzi

Film ini menceritakan tentang seorang anak kelas 6 SD yang bernama Bayu dia gemar sekali bermain sepak bola , setiap hari dia selalu berlatih dengan giat di sepanjang jalan menuju sekolah dan sepulang sekolah dia selalu mendrible bola . Bayu mempunyai mimpi menjadi pemain sepak bola yang hebat , bola sudah di anggap sebagai sahabatnya sendiri . Bayu mempunyai teman yang bernama Heri , Heri sangat yakin sekali dengan kemampuan yang di miliki oleh Bayu . Dengan skillnya yang di atas rata-rata . Heri sebagai motivator menyuruh Bayu agar mengikuti seleksi Tim Nasional U-13 untuk mewakili Indonesia di ajang internasional .

Tetapi Kakek Bayu sangat bertentangan sekali dengan mimpi yang dimiliki oleh Bayu , dia sangat membenci sekali dengan sepak bola karena baginya pemain sepak bola identik dengan hidup miskin dan tidak punya masa depan . Tetapi dengan dukungan Zahra, Heri dan Ibunda Bayu agar bayu terus tetap bermain sepak bola semangat bayu semakin terpacu . Walaupun banyak rintangan menghadang , Bayu terus bersemangat . Sempat persahabatan antara Bayu,Heri dan Zahra hampir putus karena Kakek Bayu yang terkena serangan jantung setelah melihat Bayu yang sedang bermain sepak bola .

Tetapi dengan kejadian itu Kakek bayu sadar bahwa semua yang di paksakan tidak akan berjalan dengan baik , dan akhirnya Kakek Bayu pun dengan ikhlas mendukung mimpi Bayu , dan akhirnya Bayu terpilih menjadi pemain U-13 untuk mewakili Indonesia di ajang internasional .

Kesimpulan cerita di atas adalah kita harus yakin dan tidak boleh patah semangat dengan cita-cita yang kita miliki . Dengan kerja keras dan berdoa kita dapat meraih cita-cita kita , dan kita buktikan kepada orang tua,teman-teman kita bahwa kita bisa .

Kelebihan dan Kekurangan
kelebihan film ini tidak hanya bagus tetapi juga mendidik karena penuh dengan motivasional , persahabatan yang tulus , semangat untuk mencapai cita-cita , hubungan baik yang di jalain antara anak dan orang tua , dan tentu saja film ini membangkitkan semangat nasionalisme .

kekurangan film ini peran kakek kurang gereget karena kakek yang sejak awal membenci sepak bola dan selalu menghalangi cucunya agar tidak bermain bola diperlihatkan dengan ekspresi yang sangat emosional , yang membuktikan bahwa ia seolah-olah bangga dengan apa yang ia takutkan selama ini .

Nama : Yordhi Satria

Kelas  : 1KA22

NPM   : 17111574

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s